Bayi Lahir Gemuk Beresiko Besar Terkena Obesitas Saat Dewasa

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine mengemukakan hasil sebuah penelitian dari 44.000 bayi di Amerika Serikat selama sepuluh tahun terhadap pencegahan obesitas dilihat dari berat tubuh bayi baru lahir hingga usia 24 bulan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa grafik pertumbuhan berat tubuh dan panjang bayi baru lahir yang digunakan dokter anak saat melakukan check up rutin, mampu menjadi acuan resiko obesitas pada bayi kemudian hari.

Dalam grafik pertumbuhan ini dokter dapat menghitung persentil pertumbuhan normal pada bayi sehingga apabila bayi mengalami kenaikan lebih dari 2 persentil dalam pertumbuhan mereka sebelum berusia 2 tahun, akan meningkatkan resiko obesitas mereka pada usia 5 tahun. Bahkan mereka tetap mempunyai resiko obesitas sebanyak 75% saat berusia 10 tahun.

Seperti dilansir dalam Dailymail, Elsie Taveras selaku pemimpin studi mengungkapkan bahwa hasil penelitian ini memberikan panduan spesifik dalam membantu dokter mengetahui kapan seorang bayi beresiko menjadi gemuk di kemudian hari sehingga dapat membantu membendung epidemi obesitas di tahap awal.

Meskipun bayi tidak dapat diberikan terapi diet seperti orang dewasa yang kelebihan berat badan, namun mencegah bayi tumbuh dengan resiko obesitas sangatlah perlu dicegah dengan beberapa cara seperti yang dianjurkan Dr. Taveras, co-direktur One step Ahead Clinic – program pencegahan kelebihan berat badan di Children’s Hospital Boston, Amerika Serikat, yaitu dengan cara:
  • Memberikan hanya ASI pada bayi selama mungkin.
  • Lebih memperhatikan isyarat lapar dan kenyang pada bayi.
  • Menghindari minuman dengan tambahan pemanis ataupun gula.
  • Dilarang memperkenalkan makanan padat sebelum usia 4 bulan.
  • Memastikan bayi mendapatkan tidur nyenyak sebanyak 12 jam atau lebih dalam sehari.
  • Meberikan kesempatan agar bayi bergerak lebih leluasa dibandingkan dengan membatasi mereka dengan duduk di kereta dorong atau hanya di kursi bayi.
  • Hindari paparan makanan siap saji batasi waktu di depan TV atau monitor lainnya.
Diharapkan penambahan informasi dalam membaca grafik pertumbuhan bayi mampu dipelajari dan di praktekkan secara menyeluruh kepada seluruh dokter anak agar dapat mencegah obesitas sedini mungkin, tidak terkecuali di Indonesia. Begitupula terhadap pemahaman para orang tua dalam menangani bayi mereka sebaik dan sebenar mungkin, sehingga tidak jatuh lagi dalam pemahanan bayi gendut adalah bayi lucu, namun lebih menunjukkan obesitas karena hal tersebut mampu meningkatkan resiko penyakit yang lebih kompleks dikemudian hari.




sumber: klikdokter(dot)com