Tata Rias Wajah Pengantin Jawa

Seorang perias yang mengabdikan dirinya untuk melakukan rias pengantin Jawa harus memiliki sebuah keterampilan khusus dalam merias. Kadang, seorang perias pengantin Jawa percaya bahwa mereka harus berpuasa terlebih dahulu sebelum mereka merias untuk memenuhi prasyarat. Konon, apabila sang perias berpuasa terlebih dahulu sebelum menunaikan tugasnya merias mempelai wanita, mempelai yang dirias akan terlihat jauh lebih cantik dan seluruh aura positif yang dimiliki mempelai wanita akan nampak dengan sendirinya. Namun, pada dasarnya setiap perias harus melakukan beberapa tahapan proses rias pengantin Jawa, terlepas dari tradisi puasa yang diyakini harus dilakukan seorang perias.

1. Menganalisis wajah mempelai wanita
Yang dimaksud dengan menganalisis wajah mempelai wanita di sini adalah bahwa sang perias harus benar-benar mengamati kulit wajah mempelai wanita yang akan dirias. Sang perias harus mengamati karakter wajah dan kulit wajah wanita yang akan dirias. Jenis kulit wajah, warna kulit wajah, bentuk muka, bentuk mata, bentuk alis, dan bentuk bibir merupakan bagian wajah yang harus benar-benar diamati oleh sang perias. Begitu pula beberapa 'cacat' wajah yang mungkin dimiliki oleh sang mempelai seperti flek hitam pada wajah, bekas jerawat, kerutan, dan sebagainya. Analisis wajah ini penting untuk menentukan jenis make up apakah yang cocok untuk mempelai dan bagaimana riasan tersebut dapat diaplikasikan pada wajah mempelai agar hasil akhirnya tampak sempurna.

2. Desain riasan
Ciri khas yang pertama kali dapat dilihat pada gaya rias pengantin Jawa adalah hiasan hitam ada dahi yang biasa disebut Paes. Perias yang belum berpengalaman biasanya akan menggambar polanya terlebih dahulu di dahi sebelum mengaplikasikan pidih hitam ke atas pola tersebut. Bedak yang digunakan untuk mempercantik wajah adalah bedak warna kuning. Bentuk alis yang biasa digunakan adalah bentuk alis gaya mangot dengan lengkungan yang cantik. Eyeshadow warna hijau biasanya diaplikasikan samar-samar pada kelopak mata bagian atas.

3. Memilih kosmetik yang sesuai
Jenis kulit setiap orang memang berbeda-beda. Beberapa orang memiliki kulit berminyak. Beberapa lainnya memiliki kulit kering. Namun, sebagian orang juga memiliki kulit normal. Oleh sebab itu, kosmetik yang nantinya digunakan untuk merias juga harus disesuaikan dengan jenis kulit tersebut. Ada baiknya dua minggu sebelum hari pernikahan, calon mempelai wanita melakukan tes make up dengan sang perias terlebih dahulu. Rias pengantin Jawa menggunakan bedak warna kuning, pensil mata berwarna hitam, dan eyeshadow berwarna coklat dan hijau muda. Tidak ketinggalan pemerah pipi dan bibir. Warna pemerah bibir yang dipilih biasanya warna merah sirih klasik.

Kesan rumit pasti akan muncul ketika Anda menamatkan diri Anda memperhatikan tahapan-tahapan di atas. Namun, semua riasan tersebut memiliki simbol dan lambang yang sarat makna. Rias pengantin Jawa tidak bisa dilakukan sembarangan. Ketelatenan merupakan satu hal penting yang harus dimiliki oleh seorang perias pengantin Jawa. Tidak heran jika dibutuhkan waktu lama untuk merias mempelai wanita dengan adat Jawa.

Setelah memperhatikan tiga tahapan rias pengantin Jawa di atas, pasti yang ada di benak Anda adalah betapa rumitnya gaya rias pengantin Jawa. Gaya rias ini memang sangat rumit, namun, gaya rias ini banyak digemari oleh banyak calon mempelai wanita dikarenakan keanggunan, kemewahan dan kesakralan yang terpancar pada hasil akhirnya. Tidak semua perias mampu melakukan gaya rias yang satu ini. Bagaimana dengan Anda?